Benarkah BPK sudah menjadi super institusi saat ini, ataukah benar sinyalemen masyarakat bahwa DPR adalah lembaga paling korup yang berusaha menutupi kebobrokannya.? Dua pertanyaan itulah yang ada di masyarakat tanah air saat ini, setelah adanya larangan penggeledahan yang dilakukan tim penyidik KPK oleh pimpinan DPR.
Beberapa anggota DPR mengatakan bahwa larangan penggeledahan tersebut sudah menjadi sikap institusi karena telah diputuskan lewat rapat pimpinan. Rapat tersebut dihadiri oleh pimpinan DPR, Pimpinan fraksi, Pimpinan BK, dan Pimpinan Komisi III yang menangani bidang Hukum dan Ham. DPR juga menegaskan bahwa sebagai lembaga Negara dan lembaga politik, DPR memiliki banyak dokumen Negara yang harus dirahasiakan, oleh karena itu DPR berhak menolak penggeledahan tersebut karena memerlukan pengkajian yang lebih dalam.
Celotehan beberapa anggota DPR tersebut menuai reaksi dari berbagai pihak. Beberapa politisi mengatakan bahwa hal tersebut merupakan wujud arogansi DPR agar DPR tidak disentuh, apalagi yang digeledah adalah ruangan milik Al-Amin Nasution yang telah berstatus tersangka. Selain itu para penyidik KPK tentulah sangat professional dan hanya mengambil berkas-berkas yang benar-benar relevan dengan kasus.
Munculnya gugatan pembubaran KPK oleh anggota DPR sangatlah ironis, sebagai pembuat Undang-Undang justru DPR tidak dapt memahami fungsi dan tugas KPK. Dalam Undang_Undang nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap langkah KPK diatur oleh Undang-Undang dalam melakukan penyidikan. Oleh karena itu semua harus taat Karena tidak ada lembaga atau seorangpun di negeri ini yang kebal hukum, sebagai contoh lembaga Negara lain seperti MA, Kejaksaan Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agungpun pernah digeledah KPK.
27 April, 2008
Hilang
Langkah demi langkah kutapaki jalan hidupku
Kujelajahi kegelapan yang menghalangiku
Sengsara menahan perih seorang diri
Hingga kutemukan setitik cahaya
Kudengarkan sebuah suara
Kurasakan sebuah perasaan dihatiku
Kutemukan apa yang kucari selama ini
Kutemukan dirimu dan cintamu
Kau adalah cinta bagiku dan kekasih hidupku
Dan akupun takkan meninggalkanmu
Karena telah kulukiskan wajahmu dihatiku
Terasa duniakupun penuh warna warni
Menerangi hatiku dengan cintamu
Namun…..
Kini warna itu menghilang terbawa kabut senja
Dan hati inipun tak lagi terang
Yang tersisa hanya luka
Meninggalkan jejak-jejak dihati
Jejak yang tak akan terhapuskan
Kujelajahi kegelapan yang menghalangiku
Sengsara menahan perih seorang diri
Hingga kutemukan setitik cahaya
Kudengarkan sebuah suara
Kurasakan sebuah perasaan dihatiku
Kutemukan apa yang kucari selama ini
Kutemukan dirimu dan cintamu
Kau adalah cinta bagiku dan kekasih hidupku
Dan akupun takkan meninggalkanmu
Karena telah kulukiskan wajahmu dihatiku
Terasa duniakupun penuh warna warni
Menerangi hatiku dengan cintamu
Namun…..
Kini warna itu menghilang terbawa kabut senja
Dan hati inipun tak lagi terang
Yang tersisa hanya luka
Meninggalkan jejak-jejak dihati
Jejak yang tak akan terhapuskan
Kusimpan Cinta ini Dalam Hati
Cinta yang selalu kujaga
Cinta yang selalu kupuja
Kini pergi jauh meninggalkanku
Meninggalkan hidupku
Hatikupun terkurung oleh lukaku
Aku teramat kecewa kasih
Dari ratusan malam yang kuhayalkan
Adalah khayalan semu tentangmu
Kini….
Kujalani hidupku tanpa cinta itu
Dan biarlah cinta itu kusimpan dalam hati
Sampai kubisa menemukan cinta lain
Untuk mengisi hati ini kembali
Kusimpan cinta ini dalam hati
Cinta yang selalu kupuja
Kini pergi jauh meninggalkanku
Meninggalkan hidupku
Hatikupun terkurung oleh lukaku
Aku teramat kecewa kasih
Dari ratusan malam yang kuhayalkan
Adalah khayalan semu tentangmu
Kini….
Kujalani hidupku tanpa cinta itu
Dan biarlah cinta itu kusimpan dalam hati
Sampai kubisa menemukan cinta lain
Untuk mengisi hati ini kembali
Kusimpan cinta ini dalam hati
Tak lagi Kumiliki
Saat harapan terasa hilang
Saat kaki tak mampu lagi melangkah
Saat hati dan jiwapun terasa hampa
Yang ada hanya tinggal kenangan
Tapi…..
Lembar demi lembar kenangan itupun
Kau robek dengan semua kata-katamu
Dan kini….
Senyum itu, Cinta itu
Juga bahagia itu
Tak lagi kumiliki
Hanya rasa gundah dan resah yang ada
Tak ada kata cinta
Saat kaki tak mampu lagi melangkah
Saat hati dan jiwapun terasa hampa
Yang ada hanya tinggal kenangan
Tapi…..
Lembar demi lembar kenangan itupun
Kau robek dengan semua kata-katamu
Dan kini….
Senyum itu, Cinta itu
Juga bahagia itu
Tak lagi kumiliki
Hanya rasa gundah dan resah yang ada
Tak ada kata cinta
Dia
Dia….
Dia yang dulu kukenal sebagai sahabat
Dia yang pertama kali mengambil semuanya dariku
Dia yang pertama kali kuajak menginap dirumahku
Dia yang pertama kali menjanjikan pernikahan yang indah padaku
Dia….
Yang membuatku berfikir cinta hanya sebuah ilusi
Dia yang dulu kukenal sebagai sahabat
Dia yang pertama kali mengambil semuanya dariku
Dia yang pertama kali kuajak menginap dirumahku
Dia yang pertama kali menjanjikan pernikahan yang indah padaku
Dia….
Yang membuatku berfikir cinta hanya sebuah ilusi
Langganan:
Postingan (Atom)